Next
Previous

Sabtu, 30 Maret 2013

0

Rasa Unik Kopi Toraja

Posted in

Sulawesi menawarkan berjuta keelokan alam yang sangat mempesona dan menjadi tempat tujuan wisata yang akan membawa siapapun pada sebuah eksotisme alam yang sangat luar biasa. Di pulau ini terdapat berbagai tempat yang akan memanjakan pengunjungnya seperti Wakatobi, Takabone Rate, Lore Lindu, Pallete, Pegunungan Camba dan tentu saja Tana Toraja. Di Sulawesi Selatan sendiri terdapat pantai Losari yang sangat indah, tempat para Wisatawan menyaksikan Sunset.

Satu hal yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi, khususnya masyarakat Suawesi Selatan adalah terdapatnya sebuah daerah penghasil kopi yang sudah cukup dikenal di dunia yaitu Tana Toraja. Kopi dari Tana Toraja memang cukup terkenal, lihat saja dikota-kota besar di Indonesia banyak Caffee yang menyediakan Kopi Toraja sebagai minuman unggulan mereka. Beberapa waktu yang lalu saya pernah berkunjung ke sebuah Caffe di bilangan Kemang, Jakarta. Caffe mewah ini menyajikan kopi Toraja sebagai sajian utama dalam deretan menu utamanya, harga percangkirnyapun cukup fantastis untuk secangkir kopi Cafe ini membandrol dengan harga Rp 45.000. Pengunjungnya cukup banyak, jika dilihat dari penampilannya mereka dari golongan menengah keatas.

Toraja sebagai penghasil kopi Torabika dengan rasa khas (Toraja adalah gudang kopi terbesar di wilayah timur Indonesia). Kopi Toraja  memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibanding dengan dengan kopi dari wilayah lain didunia ini. Mutu kandungan tanah (soil) dipegunungan Sulsel ini yang membuat rasa kopi ini memiliki kesan tersendiri

Satu lagi kopi nusantara yang berkualitas. Salah satu kopi Specialty terbaik di kelasnya dengan keunikan tersendiri adalah kopi toraja, yang notabene di kenal dengan kopinya Sulawesi. saat ini Kopi Arabica Toraja sudah sedikit langka dan sulit ditemukan, karena banyak kopi arabica toraja berkualitas yang di ekspor atau di ambil alih oleh perusahaan kopi besar berkualitas, jadi kebanyakan kopi yang beredar kurang begitu baik mutu dan kualitasnya, kebanyakan saat ini yang tersedia adalah kopi Toraja Rebusta termasuk yang paling mudah didapat dibandingkan dengan jenis kopi Arabica Toraja.

Kopi toraja adalah kopi yang memiliki kandungan asam rendah dan memiliki body yang berat. Kopi ini juga dikenal dengan kopi celebes kalossi, yang diambil dari nama kolonial Belanda untuk salah satu daerah di Sulawesi. Kopi ini termasuk ke dalam jenis kopi arabica. Profil kopi toraja mirip dengan kopi Sumatera. Biasanya orang mencari kopi ini karena body yang berat dan rasa yang tidak asam. Sebagian orang bilang, kopi Sulawesi dan kopi Sumatera memiliki rasa khas yang serupa, seperti rasa tanah dan hutan (sulit membayangkan bagaimana rasanya). Rasa tersebut muncul karena terpengaruh pemrosesan setelah biji kopi dipetik. (Referensi: www.sweetmarias.com)

Aroma wangi kopi langsung tercium ketika membuka kemasan, meskipun tidak terlalu kuat. Rasa pahitnya berbeda dengan kopi jawa atau kopi lintong. Dan memang benar ada rasa seperti tanah di dalam kopi ini (jangan konotasikan ini dengan hal yang negatif, rasa tanah ini menjadi nilai lebih kopi toraja). Beberapa jenis kopi meninggalkan rasa pahit cukup lama di mulut, namun tidak dengan kopi toraja ini. Rasa pahitnya langsung hilang. Dan hal lain yang menarik yaitu sedikit rasa asam dalam kopi ini.

Mendeskripsikan kopi memang tidak mudah, lebih mudah menikmatinya. Penasaran? Sebaiknya anda coba langsung kopi toraja ini.
0

Kopi Specility Indonesia Disukai Oleh Jepang Dan Amerika

Posted in


JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Umum AEKI Bidang Spesialis dan Industri Kopi Pranoto Soenarto, mengatakan, kopi spesialti Indonesia terus bertambah jenis dan produksinya.

Hal ini lantaran kopi spesialti kian digemari konsumen asing. Salah satu negara yang menyukai adalah Amerika Serikat. “Makin berkembang, makin banyak,” sebut Pranoto ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (3/6/2012).

Ia menyebutkan, jenis kopi spesialti di Indonesia kian berkembang. Dari satu provinsi bisa ada satu jenis kopi spesialti. Di Sumatera Utara, ada kopi Mandailing. Kopi Gayo bisa ditemukan di Aceh.

“Kopi Java ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Preanger ada di Jawa Barat, Kintamani di Bali, dan ada juga di Jayapura, Wamena, sama Timika,” papar dia.

Bahkan, kata dia, sebanyak tiga kopi spesialti Indonesia berada di jajaran lima besar dunia dalam hal kualitas dan harga. Ia menyebutkan, kopi Toraja menempati peringkat ketiga dunia. Lalu, kopi Mandailing-Sumatera Utara berada di peringkat keempat. “Kelima kopi Java Arabica,” sambung Pranoto.

Sekarang ini, ia mengatakan, kopi jenis arabika Indonesia sudah banyak merupakan kopi spesialti. Produksi kopi arabika sebanyak 25 persen dari total produksi Indonesia. Dari total produksi kopi arabika sebanyak 60 persennya adalah kopi spesialti.

Berdasarkan angka, produksi rata-rata kopi spesialti sebesar 150.000 ton per tahun. Bila dirinci sebanyak 120.000 tonnya adalah murni spesialti, sedangkan 50.000 ton mendekati spesialti. “Sembilan puluh persen kualitasnya sudah bagus, hanya sedikit yang jelek,” katanya.

Dari segi harga, kopi spesialti pun kian mahal. Ini karena permintaan terus tumbuh. AS, Jepang, Australia dan Eropa banyak mengonsumsi kopi spesialti Indonesia. Tapi, hanya permintaan AS dan Jepang yang meningkat. “Eropa turun,” tutur Pranoto.

Karena permintaan yang kian besar, industri kopi nasional pun menargetkan akan meningkatkan produksinya. Dan berusaha meningkatkan kualitasnya.

“Sementara kita nggak terlalu growth, hanya 10-15 persen. Ada kendala di udara, dan lainnya. Ya kita usahakan 20 persen tumbuh dengan meningkatkan kualitas,” pungkas Pranoto.
0

Kopi Toraja Cukup Dikenal Di Mancanegara

Posted in


Salah satu kekayaan Indonesia yang patut dibanggakan adalah Kopi Toraja, Kopi yang dihasilkan dari wilayah timur Indonesia ini cukup dikenal di dunia internasional dengan rasa yang khas dan hingga kini masih belum ditemukan kopi sejenis yang mempunyai rasa istimewa seperti halnya kopi Toraja. Toraja adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan, wilayah ini mempunyai letak geografis area pegunungan yang sangat cocok untuk pengembangan budidaya kopi dengan kwalitas yang sangat prima. Hal tersebut sudah diketahui sejak penjajahan Belanda ratusan tahun silam.

Wilayah Toraja juga dikenal sebagai wilayah yang mempunyai budaya dengan pesona indah yang tidak ditemukan di wilayah Indonesia lainnya. Disamping itu daerah ini sangat dikenal sebagai penghasil kopi dengan aroma wangi yang memikat selera para penikmat kopi dengan selera tinggi. Bagi anda yang berkunjung ke Tana Toraja khususnya di Rantepao tidak lengkap rasanya jika kujnjungan tersebut tidak disempurnakan dengan menikmati Kopi Arabica asli Toraja.

Kopi Toraja juga sering disebut sebagai "Queen Of Coffee" karena mempunyai cita rasa yang sedap, harum dan taste yang seimbang dan unik antara rasa pahit dan asam di samping aroma herbal yang tidak ditemukan didaerah lain dan inilah ciri khas yang dimiliki oleh Kopi Toraja.

Satu hal yang membanggakan adalah bahwa kopi Toraja cukup dikenal dinegara-negara besar diseluruh dunia, salah satunya adalah Key Coffee yang merupakan sebuah merk dagang perdagangan kopi di Jepang dan Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam memproduksi aneka produk kopi berbahan baku kopi Toraja. Eksport kopi Toraja ke Jepang dan Amerika harus melalui perusahaan ini, export Kopi Toraja tanpa melalui perusahaan ini akan di anggap sebagai sebuah pelanggaran merk dagang di negara tersebut. Begitu istimewanya kopi Toraja hingga membuat Key Coffee harus mendaftarkan kopi ini sebagai merek dagangnya.

Di Jepang kopi Toraja di anggap sebagai barang mewah, sekitar 40 persen kopi yang beredar di Jepang adalah kopi Toraja. Penikmat kopi Toraja dinegara matahari terbit ini berasal dari kalangan menengah keatas  karena untuk mendapatkan secangkir kopi Toraja mereka harus membayarnya dengan harga cukup tinggi. Kopi Toraja juga sangat diminati oleh warga Jepang, terbukti pada saat digelar pameran Eco Product pada tahun 2008 silam yang dihadiri oleh Prince dan Princess Akishino stand yang membuka kopi Toraja banyak dikunjungi oleh para hadirin yang mengunjungi Pameran tersebut. Terlihat antrian yang cukup panjang para Pengunjung untuk menikmati kopi asal Indonesia ini, mereka terlihat begitu menikmati rasa khas kopi Toraja bahkan beberapa diantaranya meminta tambah beberapa cangkir untuk dinikmatinya kembali.


Kamis, 28 April 2011

0

Eucheuma cottoni Origin of Tual


Origin Commodities: Indonesia
• Water content: 36% -38%
• Impurity: Maximum 4%
• Planting Age: 45-60 Days
• Production Capacity: 200MT / Month
• Drying Process: Sun Rays
• Perballe Weight: 50 KG
0

Eucheuma cottoni Origin of Palopo


Origin Commodities: Indonesia
Water content: 36% -38%
• Impurity: Maximum 4%
• Planting Age: 45-60 Days
• Production Capacity: 200MT / Month
• Drying Process: Sun Rays
• Perballe Weight: 50 KG

Rabu, 27 April 2011

0

Gracilaria Origin of Palopo

Origin Commodities: Indonesia
• Water content: 16% -18%
• Impurity: Maximum 4%
• Planting Age: 45-60 Days
• Production Capacity: 200MT / Month
• Drying Process: Sun Rays
• Perballe Weight: 50 KG
0

Gracilaria Origin of Bone

Origin Commodities: Sulawesi Selatan (Bone)
• Water content: 16% -18%
• Impurity: Maximum 4%
• Planting Age: 45-60 Days
• Production Capacity: 200MT / Month
• Drying Process: Sun Rays
• Perballe Weight: 50 KG
Diberdayakan oleh Blogger.